Iedul Adha 2024: Menghayati Makna Kurban di Tengah Krisis Ekonomi

Tahun 2024 adalah tahun yang penuh tantangan bagi banyak orang. Hari raya kurban (Iedul Adha) kali ini bertepatan dengan kondisi ekonomi di Indonesia yang suram. Ratusan ribu karyawan kehilangan pekerjaan, puluhan pabrik besar tutup, dan berbagai masalah ekonomi lainnya yang memperparah keadaan. Dalam situasi seperti ini, makna kurban menjadi sangat relevan dan perlu kita renungkan lebih dalam.

Kisah Inspiratif dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Iedul Adha memiliki akar sejarah yang kuat dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah dan kesediaannya untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail, adalah contoh luar biasa dari kepasrahan total kepada Sang Maha Kuasa. Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bukti rahmat dan pengampunan-Nya. Kisah ini mengajarkan kita tentang kepasrahan dan pengorbanan sejati.

Hakikat Kurban: Mengikhlaskan yang Kita Sayangi

Pada intinya, kurban adalah tentang merelakan apa yang kita sayangi. Bukan hanya sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi juga mengorbankan ego, ambisi, dan kepentingan pribadi demi kebaikan bersama. Tahun 2024 ini, banyak dari kita yang menghadapi kesulitan. Sahabat atau tetangga yang kelaparan, saudara yang mungkin anak atau istrinya sakit, atau orang tua yang kesulitan membayar biaya sekolah anaknya. Di saat-saat seperti ini, kita dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Membantu Sesama atau Membeli Hewan Kurban?

Dalam situasi ekonomi yang berat ini, pertanyaannya adalah: mana yang lebih utama, membeli sapi atau kambing untuk kurban, atau membantu tetangga dan saudara yang membutuhkan? Bisakah kita ikhlas mengorbankan hasil kerja keras kita, yang mungkin diperoleh dengan penuh perjuangan dan stres, demi membantu sesama? Bayangkan kita mengerjakan suatu project besar berbulan-bulan, penuh dengan resiko dan stress yang tinggi serta menghabiskan banyak waktu dan energi. Tapi saat project sudah selesai ternyata ada orang di sekitar kita yang membutuhkan rezeki dari project tersebut. Apakah kita bisa ikhlas memberikannya?

Atau, apakah kita lebih memilih untuk membeli hewan kurban seperti Sapi Limosin, buat post viral,  dan mengadakan pesta sate bersama keluarga atau tetangga?

Menghayati Kurban di Tengah Krisis

Saya teringat pada sebuah kisah tentang seseorang yang membatalkan niatnya untuk naik haji demi menolong sesamanya yang lebih membutuhkan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa makna dari beragama bukan sekadar ritual, melainkan juga tentang kepedulian sosial dan empati. Di zaman modern ini, beragama sering kali hanya menjadi tontonan: umrah untuk update status, membeli sapi untuk diposting di media sosial agar viral, dan sebagainya.

Namun, esensi dari kurban sebenarnya adalah bagaimana kita bisa menolong dan berbagi dengan sesama, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Jika kita mampu merelakan sebagian dari apa yang kita miliki untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan, maka kita telah memahami dan menghayati makna kurban yang sesungguhnya.

Penutup: Makna Kurban yang Sesungguhnya

Hari raya kurban 2024 ini, mari kita renungkan kembali makna dari kurban. Mari kita berusaha untuk tidak hanya melakukan ritual semata, tetapi juga menghayati dan menerapkan nilai-nilai pengorbanan dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita bisa menjadi umat yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selamat Iedul Adha, semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih ikhlas dan peduli terhadap sesama.

Sharing Pengalaman "Mati Suri"

 Hari ini 20 Ramadhan 1445H (30-03-2024 M) ... badan agak anget. Sudah beberapa hari ini mulai berasa akan sakit. Tapi kepikiran ingin nulis sesuatu yang sudah lama ingin ditulis, tapi ndak pernah sempat karena berbagai kesibukan.

Sekitar 2 bulan yang lalu saya operasi tumor di kepala, tumornya jinak, tapi karena sudah hampir sebesar rambutan (& ada di kepala) jadi ya sakitnya luar biasa. Ditambah lagi karena rasa sakit tersebut, tidur jadi sangat kurang. Bahkan saat itu Saya ndak ingat kapan bisa tidur >4jam dalam sehari. Biasanya hanya 1-3 jam dan berlangsung selama lebih dari 2 bulan. Obat tidur, minum susu, mandi air hangat, dan berbagai macam cara sudah dicoba tapi tidak ada yang efektif.

Walhasil walau tumornya jinak, tapi saat itu kondisi kesehatan termasuk masa yang paling kritis dalam hidup saya. Sekitar 1-2 minggu sebelum operasi (lupa tepatnya) di tengah malam tiba-tiba saya merasakan sesuatu yang saya yakini "Mati Suri". Karena tidak diverifikasi dokter, jadi ndak bisa saya pastikan.

Tapi yang saya rasakan saat itu selama kurang lebih 3 menit saya berhenti bernafas dan jantung berhenti berdetak. Tulisan ini adalah pengalaman saya ketika hal itu terjadi. Menariknya yang saya rasakan tidak seperti yang ditunjukkan di film-film, misal melihat tubuh sendiri dari atas atau melihat lorong cahaya, atau semacamnya. Berikut ini beberapa hal yang saya rasakan saat itu:

  1. Saya tidak bisa melihat, tidak bisa merasakan (kulit: panas/dingin/sentuh), dan tidak bisa mendengar apapun. Saya tidak bisa merasakan saya bernafas atau jantung saya berdetak atau rasa sakit di kepala. Kalau difikir-fikir "make sense" karena semua panca indera dan organ tubuh berhenti berfungsi.
  2. Kesadaran masih ada, tapi karena semua panca indera tertutup saya sulit menuliskannya dengan kata-kata. Seperti saya ada, tapi hanya kesadaran ... saya ada di kamar tapi "sepertinya" sudah di dimensi yang berbeda. 
  3. Anehnya saya masih merasakan "perasaan" orang-orang di sekitar. Saya sulit menyatakan ini dalam kata-kata, tapi saya cuma punya satu saran bila anda berada di dekat kerabat/saudara/teman yang baru saja meninggal. Menurut pengalaman saya: Your feeling matters, your words not so.
Saya ndak tau kenapa Tuhan masih memberi saya waktu di dunia ini. Btw, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan saya sekarang sudah "pulih" ... except for this light fever that I start to feel. 

Trying to live my life the best that I can, God give me a second chance ... #Bismillah

Ngabuburit nulis Blog,

</TS>®


Ilustrasi yang saya buat dengan AI untuk melukiskan apa yang saya alami.


I am Busy

 Masih terngiang di ingatan, seolah-olah baru saja menutup telephone sehabis melepas rindu berbicara dengan orang tua. Sangat vivid sekali di fikiran saya Almarhumah Ibu pasti selalu memulai percakapan dengan "Assalamu'alaikum, maaf dek... lagi sibuk ndak? Ibu ..." atau Almarhum Bapak "Assalamu'alaikum ... Adek lagi sibuk ga? Bapak ..." Suara mereka ketika berkata ini saya rekam dalam otak saya dan menjadi harta berharga dalam ingatan/momen dalam hidup saya.

Demi Allah saya super-super sangat bersyukur (seingat saya) ndak pernah bilang "lagi sibuk" ke orang tua, ndak peduli sebenarnya ada berapapun atau sebesar apapun deadline saat itu. Jangankan ke orang tua, ke orang lain-pun saya pribadi biasanya "malu" untuk bilang "saya lagi sibuk".* 

Istri saya sering menganggap saya "stupid" karena hal ini. Secara logika memang iya, sering banget saya mengorbankan waktu tidur atau waktu mengerjakan tugas/kerjaan yang lagi mepet deadline untuk orang lain. Bahkan ke orang-orang yang menghubungi kadang kalau lagi butuh aja dan setelah dibantu tiba-tiba lupa ingatan .. 😅 .. Regardless, saya sendiri merasa ndak masalah kalau mereka seperti itu, bahagia bisa bermanfaat bagi orang lain itu adalah reward saya. Bagi saya pribadi lebih baik jadi orang stupid tapi bermanfaat bagi orang lain, ketimbang jadi pintar dan hebat tapi untuk diri sendiri.

Membagi waktu dengan orang lain sejatinya kita (literally) memberikan sebagian hidup kita. Uang bisa dicari, tapi waktu tidak akan pernah kembali. Wajar saja banyak orang selektif dalam membagi (waktu) hidupnya dengan orang lain. Sehingga jangan lupa untuk berterima kasih sebesar-besarnya jika ada orang yang mau meluangkan waktunya untuk kita. Walau untuk sekedar bercakap via messaging application (misal WA).

Ada yang bilang juga "sibuk" itu sebenarnya tidak ada. Yang ada adalah prioritas, ... itulah mengapa kadang saya suka malu bilang saya lagi sibuk. Karena sesibuk apapun, saya masih suka tiduran, pegang HP dan buang waktu (hidup) dengan scroll-scroll media sosial atau kegiatan useless lainnya. Ketimbang begitu, sebenarnya bantu teman/saudara/apalagi orang tua lebih penting kan?... 

Saran saya jika memang super-super sibuk banget lebih baik (seharusnya) HP dijauhkan/matikan saja. Ketimbang bilang "saya sibuk" tapi ternyata masih suka buang waktu. Hal ini akan menyakiti perasaan orang lain yang mungkin darurat butuh sekali bantuan kita. Wallahu a'lam bishawab.

* Saya sering bilang sedang sibuk biasanya hanya ke tele-marketer, karena emang ganggu banget dan menurut saya useless banget.


Pulse Secure Connection Problem

 If your organization use Pulse Secure (PS) VPN software to connect to institutional e-resources such as HPC, database, or repository and you are having a connection issue (keep disconnecting after just a few seconds) well you are not alone. After a minute of searching in Google, you will find many people are having the same issue. What is so disappointing about this is, a lot of threads have "Solved" tags, but no real solution is given.

In this short blog, I would like to share my solution. First thing first, I am using windows 11 and working somewhere in UAE (I think it should also work with windows 10). When reporting the issue to IT administrator, I was given a recent version of PS Launcher (in my case 9.1.13 build 12971). They told me to remove the old one before using the latest one. I tried doing that and the issue is gotten worse. The new PS launcher can not even detect the setting from the institution server/network.

My workaround is as follow:

  1. Install the old version (the one that has some issue in the first place).
  2. Get the secure connection setting from your institution's server.
  3. Close PS: right-click the bottom-right corner PS icon and choose "exit".
  4. Install the PS latest version (do not uninstall the previous version).
  5. Restart your machine.
  6. Try connecting via The Pulse Secure as you would normally do.

I know that this solution is not elegant in any way, but it works for me. I waste quite a lot of time trying to troubleshoot this issue and frankly speaking really disappointed with Pulse Secure and the company behind it. 

Hopefully, this short blog can help others save their precious time.

Cheers,

</Taufik Sutanto>
UAE, 27-March-2022

PS: You can not download the latest PS launcher app from the company website, you have to ask your IT administrator in your institution for it (another bummer  -_-"  ). 





Sharing Pengalaman Mengurus Visa UAE 2022

 Salam, Hi All!

Pada kesempatan kali ini saya akan share pengalaman mengurus Visa ke UAE (Abu Dhabi/Dubai). Hal ini saya lakukan karena saya merasa informasi di Web konsulat UAE Jakarta https://www.mofaic.gov.ae/id-id/missions/jakarta informasinya kurang jelas. Saya menemukan beberapa informasi yang cukup membantu, tapi beberapa informasinya agak kurang up-to-date:

Karena sedang hectic saya akan jelaskan dalam bentuk pointer saja ya ... :) ... :
  1. Hubungi pihak Sponsor: Perusahaan/Universitas/pihak lain di UAE baik (maha)siswa maupun pekerja (Employment). Silahkan lalui semua prosesnya: interview, kirim berkas, dll.
  2. Dapatkan surat kontrak/persetujuan dari pihak No [1]. Biasanya memuat keterangan lengkap tentang pekerjaan atau kuliah yang akan diikuti di UAE.
  3. Lakukan Translasi dan Atestasi Ijazah (terakhir saja) di KemenLu, Dikti, dan Kedutaan UAE. Prosesnya agak riweuh (maaf tidak bisa saya detailkan disini). Perhatian atestasi ini tidak sama dengan legalisir biasa dan dilakukan pada ijazah dalam dan luar negeri. Kalau search Google, kita bisa menemukan ada beberapa pihak yang menawarkan jasa pengurusan atestasi ini. Biayanya di 2022 sekitar Rp. 2 juta per ijazah. Contoh atestasinya nanti dihalaman terakhir akan seperti gambar dibawah ini:

    - Kirimkan dokumen ijazah yang sudah diatestasi ini ke pihak [1].
  4. Dapatkan dokumen Proof of Visa application, contohnya seperti pada gambar di bawah ini:
  5. Lakukan Medical Checkup di tempat yang di Authorized oleh Kedutaan UAE. Pada saat Tulisan ini dibuat salah satunya yang jaraknya cukup dekat dengan konsulat adalah Rayhan Medical Center, lokasi di  Jl. Tebet Timur Dalam Raya No.113, RT.5/RW.6, Tebet Tim., Tebet, Kota Jakarta Selatan. dokumen yang perlu dibawa:
     - FC Paspor, Kontrak, Paspor.
     - TIDAK PERLU membawa foto.
     - TIDAK PERLU mendaftar di GAMCA (STIKES Binawan) ... kantornya sudah tutup.
     - Posisi: https://goo.gl/maps/5KaQV48oEV5xQamc9
     - Pemeriksaan: Fisik, darah, (Urine), rontgen.
     - Usahakan datang sebelum jam 10 pagi, hasil bisa diambil esok harinya.
     - Bagi beberapa pendaftar hasil HANYA berupa Barcode, tidak mengapa jangan kaget. Hasil lengkap akan di print-out dan atestasi di Kedutaan UAE.
  6. Ke kedutaan UAE, dengan beberapa catatan penting berikut:
    - Datangnya ke Konsulat yang ada di Menara Sun Life Lt. 2, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gede Agung Blok. 6.3, Kawasan Mega Kuningan, Kuningan Timur, Kuningan, RT.5/RW.2, Kuningan Tim., Kota Jakarta Selatan. Dokumen yang dibawa:
     - FC KTP, Paspor, surat kontrak/LOI, SERTIFIKAT VAKSIN yang Bilingual (dari aplikasi Peduli-Lindungi).
    - Paspor Asli
    - Atestasi ijazah Asli
     - lembar hasil medical checkup asli
    - TIDAK PERLU membawa FOTO dan surat permintaan legalisir.
    - Posisi: https://goo.gl/maps/am3msUZ3qjs3xmVF7
    - di 2022 (masih pandemi): Konsulat HANYA BUKA Selasa & Kamis ... hati-hati penerimaan berkas pengurusan Visa hanya diterima hingga pukul 11.00 WIB pagi. Jadi harus datang sepagi mungkin.
    - Prosesnya agak "unik", intinya ikuti arahan "Satpam" di konsulat lantai 2. 
    - Beberapa proses di konsulat: atestasi hasil Medical Checkup, interview, (lots of) fingerprint, foto, interview, dsb. Ingat ndak usah bingung, ikuti saja arahan Satpam-nya.
    - Saran: bawa 2 ID selain paspor, misal SIM dan KTP. di Satpam lantai [1] kasih saja ID SIM.
    - Biaya di 2022 seperti tertera di Gambar di bawah ini 258.06 AED (Visa) + 159.12 AED (Atestasi Med Checkup), pembayaran dilakukan dengan kartu Debit/Kredit yang bisa transaksi dengan mata uang asing (Visa/Master, tidak harus Mandiri), transaksi dalam AED bukan Rupiah. 

  7. Visa biasanya langsung jadi di sekitar jam 13.00 WIB siang. Visanya seperti ini [Link]
  8. Kirimkan Scan Visa tersebut ke Pihak No [1] untuk proses selanjutnya: Ticket, Akomodasi, dsb.
  9. Proses selanjutnya di UAE dijelaskan dalam gambar roadmap berikut:
  10. Anehnya ... anda akan butuh no lokal sebelum mengurus Emirates ID, tapi butuh emirates ID untuk mengurus no lokal. Jadi usahakan anda mengenal/menghubungi seseorang yang sudah di UAE untuk membantu anda mengurus Emirates ID dan no lokal ini. ATAU jika anda belum kenal siapa-siapa di UAE jangan sampai keluar bandara sebelum beli nomer UAE, setelah keluar bandara akan sulit sekali mendapatkan nomer HP perdana. Dan Anda wajib punya nomer lokal, semua urusan adminstrasi: EmiratesID, Bank, Asuransi, Cek Kesehatan, dll membutuhkan nomer telephone lokal. Bayangkan no telephone lokal seperti NIK di KTP anda di Indonesia.
That's it! ... semoga membantu dan semoga sukses sukses dan lancar pengurusan dokumennya. Kalau ada pertanyaan, silahkan komentar dibawah, saya akan jawab begitu ada kesempatan ya ... :) 


Cheers,


</Taufik Sutanto>







Laptop: Upgrade VS Beli Baru --- Breaking The Limitation

Beberapa waktu lalu kepikiran beli laptop baru karena load "kerjaan" semakin meningkat dan butuh "istri ke-2" yang memiliki performa lebih baik untuk mendukung produktivitas. Apalagi kalau dilihat di web produsen laptop, "katanya" laptop kita sudah tidak bisa di upgrade lagi ... tapi apa iya? ... 😏 ... 

Saya ingin berbagi pengalaman tentang hal ini. Tahun 2019 saya membeli sebuah laptop ringan Ideapad 720S. Overall saya cukup puas dengan ultrabook ini karena ringan, performanya lumayan, baterainya tahan lama, dan walau "cupu" tapi punya dedicated graphics (Nvidia). Permasalahannya semenjak negara api pandemi menyerang kerjaan semakin berat (buat & edit video, process larger data, etc). Sehingga mau ndak mau butuh minimal drive dan memori dengan kapasitas yang lebih besar.

Menurut web produsen laptopnya max memory laptop saya adalah 16Gb dan kepercayaan umum harddisk NVME kebanyakan laptop max kapasitasnya (katanya) 1TB.


Internal ideapad 720s 14ikb: Image Source.

Setelah belajar dengan baca-baca di beberapa website, saya menemukan website yang super keren ini dan belajar beberapa hal baru terkait hardware: https://www.compuram.biz/. Web tersebut nampaknya berisi para expert/ahli komputer yang tidak hanya berisi teknisi yang mengerjakan rutinitas kerjaan belaka. Mereka mengumpulkan data dan menghasilkan pengetahuan baru yang baik di bidang mereka (jatuhnya jadi seperti ilmuwan/peneliti). Saya pribadi paling suka orang-orang seperti ini, mereka yang break the barrier of routine/repetitive work and perform or contribute more to the society or body of knowledge. Afterall we are not robots.

Long story short saya berhasil upgrade laptop saya dengan RAM 32 Gb dan Harddisk 2TB walaupun kata (web) produsennya tidak bisa:
Ideapad 720s 14ikb 32Gb RAM + 2TB SSD NVME.

Saya belajar 2 hal berikut dalam melakukan upgrade komponen laptop:
  1. Selama bios laptop/PC kita support UEFI dan harddisk di partisi dengan GPT, maka kapasitas maximumnya (secara teori) bisa hingga 9400000000 TB https://www.startech.com/en-us/faq/mbr-vs-gpt . Jadi 2TB dengan bios UEFI, partisi GPT, dan OS terkini ndak akan ada masalah dengan harddisk (merely) 2TB.
  2. Kapasitas maximum memori/RAM laptop kita (walau single channel-satu slot) dapat diketahui dengan cara menjalankan perintah ini di Windows command Prompt:
    wmic memphysical get maxcapacity
    Seringnya nilai yang akan muncul berbeda dengan informasi di web produsen laptop/PC-nya.

Nahhhh... sekarang ke isu yang paing menarik. Kenapa produsen laptop kita tidak menyampaikan informasi/pengetahuan diatas ke kustomernya? .... Tulisan blog berikut menjawab pertanyaan tersebut dan menurut saya penjelasannya cukup masuk akal:
https://www.compuram.de/blog/en/maximise-the-maximum/

(Spoiler alert) Kalau males buka linknya dan baca artikel bahasa inggris:
  1. Supaya suatu jajaran produksi suatu laptop tidak kanibal dan memakan penjualan laptop seri terbaru atau seri laptop lainnya dengan merk yang sama.
  2. Meningkatkan penjualan (karena kustomer mikirnya harus ganti laptop untuk punya komputer dengan performa yang lebih baik).
  3. Kalau mau berbaik sangka, karena produsen ingin menyarankan kapasitas yang "aman"/stabil ke kustomer. 

Detailnya silahkan lihat di artikel blog diatas.

Cheers & have a nice weekend,
Depok, 25 Sep 2021,

</Taufik Sutanto>

* Karena akhir-akhir ini super hectic, dah lama banget ndak nulis di blog :D ... Semoga tulisan ini bermanfaat.




Alat Kejahatan Cyber: Cara Kerja & Pencegahannya

Melalui artikel ini saya ingin memberi peringatan kepada para pengguna internet (komputer) untuk lebih berhati-hati. 2 alat dibawah ini adalah contoh alat-alat yang digunakan penjahat cyber (hacker). Mengerikannya alat tersebut dijual dengan harga yang “relatif” murah.
Cyber Crime

WiFi Pineapple Nano: WPN [atau alat lain yang semacam] ± $100
Situs: https://www.wifipineapple.com/pages/setup#nano
Cara Kerja/Contoh Kasus:
  1. Piranti anda (HP/LapTop/tablet) terkoneksi sebuah jaringan WiFi gratis (open): misal di mall/bandara, dll.
  2. Setiap data yang dikirim dari piranti anda akan melalui WPN sebelum diteruskan ke web tujuan. Catatan: kita tidak akan sadar kalau data telah diambil.
  3. Misal anda login ke email, bank, atau menggunakan kartu kredit maka WPN dapat menyimpan username, password, dan-atau nomer kartu kredit anda (dalam bentuk unencrypted/tidak tersandi!!!).
  4. Alat ini juga akan “menyadap” setiap data yang dikirim. Misal anda mengirim photo/video yang bersifat pribadi ke pasangan anda.
Pencegahan:
  1. Jangan pernah menyambungkan ke WiFi gratis yang tidak jelas. Biasanya di tempat umum cyber hacker seperti ini akan memberikan umpan (bait) dengan cara seolah-olah memberikan WiFi gratis ke orang lain. Bahkan di beri nama seolah-olah WiFi dari restaurant, misal “Starbucks/DunKinDonut/dll”
  2. Kalaupun terhubung dengan WiFi gratis yang “jelas” misal WiFi gratis dari PemDa atau Library, usahakan jangan menggunakannya untuk kegiatan yang penting seperti eBanking, belanja online, atau akses admin ke database atau HPC.
  3. Kalau mau cek eMail atau login usahakan login dari koneksi yang aman (pribadi/rumah/kantor). Sehinga di WiFi public tidak perlu login kembali.
  4. Selalu aktifkan SMS autorisasi eBanking atau gunakan token. Manfaatkan support verifikasi sms dari web-web penting (contoh web eGov pemerintah Australia atau account microsoft).
Contoh Gambar:
Contoh wpn

KeyLogger [atau alat lain yang semacam] ± $50

Situs : http://www.veriato.com/ppc/veriato-360/keylogger
Cara Kerja/Contoh Kasus:
  1. Seseorang menggunakan komputer yang dipakai secara bersama: misal di library, warnet, kantor, airport, dll.
  2. Sang penjahat cyber terlebih dahulu menancapkan alat ini (biasanya di belakang PC agar tidak terlihat/atau bahkan didalam PC!). Sering di ‘samarkan’ dengan kabel penghubung keyboard/mouse/alat lain.
  3. KeyLogger akan menyimpan “SEMUA” rangkaian tombol yang di tekan di keyboard. Sehingga jika anda memasukkan username dan password, maka informasi tersebut juga akan tersimpan.
Pencegahan:
  1. Saat menggunakan komputer umum, hindari kegiatan penting: eBanking atau semacamnya.
  2. Cek ke semua port USB, cari tanda-tanda adanya alat yang mencurigakan. Terkadang seperti kabel biasa, tapi lebih “gemuk” di bagian tertentu.
contoh gambar: 

Contoh Keylogger yang disamarkan

Video :
   
Pencegahan secara umum:
  1. Ganti password secara berkala.
  2. Selalu gunakan koneksi pribadi untuk kegiatan penting.
  3. Save login di Laptop dan HP, tapi beri password untuk menggunakannya. Tujuannya agar saat HP/Laptop hilang maka account kita tetap aman.
  4. Jangan simpan data penting di USB drive/External HardDisk. Jika terpaksa, maka encrypt file atau drivenya. Ini contoh software-software gratis untuk meng-encrypt usb drive anda: [LINK]

!!!PERINGATAN!!!

  1. Cyber crime/Hacking adalah tindakan kejahatan. Hukumannya diatur dalam undang-undang, baik hukum nasional maupun internasional. Baca lebih lanjut disini: http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl5960/landasan-hukum-penanganan-cyber-crime-di-indonesia
  2. Jika kepolisian kita sudah memiliki divisi e-Cyber yang aktif, maka kepolisian bisa melakukan “reverse engineer” dan mendeteksi serta menangkap para penjahat cyber ini, walaupun mereka tidak/belum mencuri data rahasia penting/personal.
Artikel ini ditulis sebagai pengetahuan agar kita semakin cerdas dan lebih berhati-hati dalam menggunakan internet/komputer. Insya Allah nanti akan saya lanjutkan dengan artikel lainnya untuk menangkal berbagai kejahatan cyber, terutama yang disebarkan melalui situs-situs di internet.
Cheers,
</TES>®

Anime & Kedewasaan?

Sejak lama saya suka Anime Jepang. Karena sebenarnya ia penuh pesan moral yang baik & subtle (subconcious). Sebagai contoh di Naruto ada pesan moral pentingnya persahabatan. Naruto juga mengandung pesan moral bahwa kerjasama & kerja keras akan menyelesaikan masalah, betapapun besarnya.

Pesan yang kurang lebih sama di Dragon Ball. SonGoku sebenarnya sangat bodoh, namun ia bisa mengalahkan Bezita yang jenius karena Goku berlatih tak kenal lelah & tak kenal kata menyerah. Begitu juga One Piece, Luffy tidak cerdas, namun pekerja keras & mampu menyatukan sahabatnya (nakama) untuk bekerja sama menyelesaikan banyak masalah rumit yang menurut banyak orang mustahil untuk diselesaikan.
Butuh kecerdasan, kebijakan, & kedewasaan untuk bisa menuntun & menasehati tanpa menggurui, tanpa memaksakan, tanpa merendahkan, tanpa menyalahkan, atau apalagi melakukan kekerasan. Sesuatu yang sekilas sederhana, namun seringnya tak nyana di sekitar kita.
Kebaikan yang tak menjelekkan
Anime favorit saya sampai saat ini tetap: “Monster by Naoki Urasawa”

Harga sebuah kebahagiaan

Al kisah tersebutlah seorang pemuda yang baru saja menjadi sarjana dengan IP secukupnya & dari universitas yang tidak terlalu terkenal. Pemuda tersebut cukup beruntung untuk bisa mendapat pekerjaan tak lama setelah ia wisuda. Yaaa… walau gajinya “hanya” sekitar 2,5 juta/bulan. Untuk keadaan ekonomi saat ini, gaji tersebut masih termasuk golongan menengah ke bawah, karena biaya hidup di kota² besar sangatlah tinggi.
 
Uniknya pemuda ini ber-cita² untuk bisa pergi ke Eropa dengan pesawat di kelas satu. Yups bukan kelas bisnis, apalagi ekonomi… ia ingin merasakan terbang dengan pelayanan & fasilitas paling prima.  Bagi sebagian orang mungkin impian ini terlihat sangat bodoh. “Sayang banget sih, uang ratusan juta cuma untuk naik pesawat beberapa jam, sadar diri dong … kata teman²nya …. mending elo buat DP rumah kek, motor, usaha, dll“. Pemuda tersebut mengerutkan dahi sambil tertunduk malu mendengar cemoohan teman²nya yang memiliki gaji lebih tinggi darinya … Akan tetapi dalam benaknya ia berkata : “hey ini impianku, … tidak dosa untuk naik pesawat kelas satu … aku akan gapai cita²ku ini“
 `
Pemuda itu adalah pemuda yang gigih dalam menggapai impiannya (determinasinya kuat sekali). Walaupun dengan gajinya yang hanya 2,5 juta/bulan ia rela berhemat untuk dapat menabung sekitar 1,5juta/bulan untuk mewujudkan impiannya.
 `
Singkat cerita setelah kurang lebih 7 tahun ia akhirnya menemukan sebuah tiket promo kelas satu ke Eropa. dan Tibalah  hari yang telah lama dinanti²nya itu,… setelah 7 tahun penuh perjuangan & pengorbanan akhirnya ia bisa juga menggapai apa yang selama ini ia impikan. Sejak ia terbangun di pagi yang indah itu, ia menikmati setiap detik yang ia habiskan. Bahkan termasuk perjalanan ke airport yang dihiasi dengan kemacetan ibukota … Di pesawat ia sangat menikmati pelayanan di kelas satu … (ya iyalaaahhh)…. tak menyesal sama sekali ia harus berhemat dengan sangat ketat selama 7 tahun …. Saat itu juga seakan setiap cell dalam otaknya aktif & ia merasa bahwa tak ada perjuangan yang sia² …. it is that moment in his life that he won’t forget … ever … He feels alive!!!!….
Kelas Satu
Sementara itu di bagian lain di bumi ini … alkisah tersebutlah seorang CEO perusahaan internasional ternama. Saat ia perlu untuk pergi ke luar negeri, biasanya perusahaan akan menyediakan jet pribadi yang mewah milik perusahaan. Namun suatu hari pesawat perusahaan tersebut mengalami gangguan teknis… sang CEO “terpaksa” pergi dengan tiket kelas satu yang diberikan secara cuma² oleh perusahaan sebagai kompensasi atas pesawat pribadi yang tidak bisa digunakan.
private_jets
Sang CEO “terpaksa” menerimanya, karena ada pertemuan penting di luar negeri yang harus ia datangi. Semenjak ia bangun di hari itu setiap detik ia di perjalanan menuju bandara, di pesawat, hingga turun dari pesawat … sang CEO merasa tersiksa… ia menderita di tempat tidur pesawat kelas utama yang empuk, makanan mewah yang dimasak “dadakan bak tahu bulat” di pesawat juga tidak bisa menghiburnya. Senyuman manis para pramugari cantik yang sangat ramah-pun tak bisa menggoyahkan rasa kecewa yang ia rasakan.
 `
Dengan hati yang gundah ia menghadiri rapat penting tersebut. Seperti yang diduga, rapat tersebut juga tidak sukses … singkat cerita perusahaan mengalami kerugian besar & ia harus turun tahta. Tahun terus berganti, sang mantan CEO semakin terpuruk. Setelah hartanya turun drastis dari 1.2 trilyun ke “cuma” 30 milyar… ia terlalu stress & akhirnya memutuskan untuk bunuh diri …. ya,  baginya hal tersebut adalah siksaan batin yang amat besar & tak sanggup ia hadapi lagi …
`
Sementara itu sang pemuda yang baru pertama kali naik pesawat di kelas satu tadi, semakin yakin bahwa ia bisa menggapai apapun yang ia cita²kan …. tak lama berselang ia menjadi  pengusaha sukses & mampu membeli rumah & mobil mewah …. ia juga menjadi orang yang bermanfaat dengan mengajarkan ilmu & pengalamannya ke orang lain, tidak lupa ia senantiasa menyisihkan penghasilannya untuk mereka yang tidak mampu ….
`
Coba tebak nasib teman²nya dulu yang meng-olok² cita² pemuda tersebut, …. sekarang mereka menjadi karyawannya… ? … Kebahagiaan punya harga… waktu, pengorbanan, keringat, air mata, & mungkin darah …. kita tidak hidup di surga yang konon bisa memiliki segalanya …. Keajaiban hidup hanya bisa terwujud ketika kita memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman …. Kejaiban terjadi ketika kita memberanikan diri melawan rasa takut & menerima ketidaknyamanan untuk kemudian menggapai kebahagiaan …. Kalau di FMA biasa disebut prinsip”equivalent exchange”
Equivalent Exchange
Jadi teringat juga dengan ungkapan bahwa “bumbu terbaik masakan adalah rasa lapar” … atau … Air putih akan terasa sangat nikmat saat kita haus …. Namun sebaliknya se-enak²nya nasi Padang, kalau kita sudah kenyang… ya terpaksa harus ditolak (atau dibungkus bawa pulang ?) ….
`
“Harga” kebahagiaan pemuda di cerita di atas sebenarnya cukup mahal: kesabaran dari ujian olok² temannya, lalu usaha, & pengorbanannya selama lebih dari 7 tahun. Sebaliknya, harga kebahagiaan sang CEO sebenarnya cukup murah : ikhlas & syukur. Namun at the end of the day it’s not about the price … it’s about … :) ….
`
Wallahu’alam bishawab … Bne 28 Feb 2017
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” [ Al Qashash 77 ]

Berbuka Puasa ~ Berbuka Pikiran

Kemarin kami sekeluarga mendapatkan pengalaman unik. Memenuhi undangan ifthar (berbuka puasa) di rumah tetangga kami yang tidak hanya dari negara lain, tapi juga beragama yang berbeda. Mereka adalah sahabat yang kami kenal sebagai orang² yang berhati mulia. Dalam bertetangga kami tidak pernah melakukan hal yang sia² seperti ghibah (gosip), namun setiap interaksi selalu dihiasi senyum, canda, & berlomba untuk membantu satu sama lain.

Sebelum mulai jamuan, saya & istri menyimak dengan seksama sambil tersenyum kagum saat mereka menerangkan dengan sangat rinci setiap bahan (ingredients) masakan yang mereka sajikan. Nampak bahwa mereka secara sungguh² mempelajari apa itu makanan halal & menghormati kami yang hanya makan makanan halal. Nampak sekali kehati-hatian mereka (wara‘) dalam menyajikan makanan. Hanya ikan, keju, sayuran, telur, dan semacamnya yang mereka gunakan. Bahkan mereka menghindari Ayam dalam sajiannya, karena mereka tau bahwa bahkan sekedar Ayam, “bisa jadi” tidak halal bagi muslim (tergantung cara pemotongannya).
Kami merasakan benar cinta & kasih sayang mereka. Inilah keindahan perbedaan & saling menghormati antar sesama. Kamipun sangat menghormati keyakinan & budaya mereka. Kami selalu ajarkan ke anak² untuk menghormati & menghargai kebaikan orang lain tanpa memperhatikan ras, suku, atau agamanya. Saya ajarkan kepada mereka bahwa kita bukanlah Tuhan, maka janganlah menghakimi orang lain atau tidak menghargai kebaikan orang lain. Panggillah mereka dengan panggilan atau sebutan yang baik. Jangan sakiti/menyinggung perasaan mereka. Karena dengan itulah engkau akan memuliakan agamamu. Dengan itulah maka “dakwahmu” akan sampai ke hati.
Hanya dengan akhlaq (atitude) yang baik seperti yang di contohkan Rasulullah, kepada semua manusia, maka Islam sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin) akan diakui oleh siapapun. Umat muslim (dahulu) pernah disibukkan dengan ilmu pengetahuan, sehingga pernah menjadi kiblat sains di dunia. Baik di bidang Kedokteran, Astronomi, Matematika, dan masih banyak lagi. Semoga umat Islam bisa kembali sibuk dengan ilmu, akhlaq, & ibadah …. dan jauh dari hiruk-pikuk politik & terjerat arus kebencian tanpa ujung yang (sangat) tidak masuk akal & memalukan/mencoreng nama baik “Dien” yang mulia ini.
Di luar negeri kami tidak hanya belajar tentang ilmu (data science), tapi juga membuka cakrawala berfikir & belajar bermasyarakat, lalu menjadi penduduk dunia (global citizen). Suatu Agama atau keyakinan mungkin memiliki dinding aturan² yang membatasi beberapa ruang gerak kehidupan (tentu saja dengan tujuan yang baik untuk memanusiakan manusia). Namun kebaikan, cinta, & kasih sayang adalah nilai universal tanpa batas yang berlaku tidak hanya bagi manusia, tapi juga bahkan hewan, tumbuhan, & alam semesta. Mari kita saling menghormati, berjabat tangan, tersenyum, & berbahagia bersama, karena perbedaan adalah warna-warni kehidupan yang terlalu indah untuk disia-siakan.
Love & Peace,
</The Sutantos>
Bne, 03062017

Hewan Diatas Manusia

Alkisah dijaman dahulu kala, ketika manusia masih bersahabat dengan alam dan jumlah manusia saat itu masih sangat sedikit sekali. Di suatu tempat diatas bukit nampak seorang pria yang duduk sedih termenung. Hari demi hari, pagi, siang, malam ia lewati dengan menenggelamkan fikirannya sambil duduk termenung di tempat yang sama.

Bukit tersebut terletak disebuah pulau yang juga dihuni oleh berbagai jenis hewan. Para hewan yang menyaksikan Sang Pemuda kemudian berkumpul, satu diantara mereka sang Burung Hantu berkata: “sungguh saya tidak tega melihat ia seperti itu, mari kita dekati beliau dan coba bantu atasi masalahnya”. Akhirnya Burung Hantu bersama dengan Elang, Gajah, dan hewan lainnya pergi mendekati Sang Pemuda.
“Salam wahai kalifah (pemimpin) bumi ini, ada apakah gerangan sehingga Paduka nampak termenung berduka setiap hari. Sungguh kami akan melakukan apapun untuk mengusir kegundahan hati Paduka” ucap sang Burung Hantu penuh cinta kasih kepada sesama makhluk Tuhan. Sang Pemuda terdiam sejenak dan menatap para hewan satu persatu, lalu berucap “Sesungguhnya saya sendiri tidak begitu mengerti mengapa saya bersedih, tapi seandainya saja saya sekuat Gajah, tentu saya akan senang. Saya menginginkan kekuatan Gajah“. Sang Gajahpun maju ke depan, tanpa ragu-ragu ia memberikan kekuatannya pada Sang Pemuda. Sang Pemuda nampak bahagia akan pemberian tersebut, tak lama iapun beranjak dari tempatnya dan pergi ke beberapa tempat yang sebelumnya tak bisa ia raih tanpa kekuatan sang Gajah.
Namun tak lama kemudian Sang Pemuda kembali ke tempat yang sama dan kembali ke dalam kelam lamunannya yang lama. Para hewan kembali berkumpul dan menawarkan untuk membantu lagi pemuda tersebut. Kali ini Sang Pemuda berucap: “Ah, seandainya saya dapat melihat setajam engkau wahai Elang, tentu saya akan senang. Saya menginginkan penglihatan tajam Elang“. Sang Elang tak segan-segan untuk memberikan penglihatannya kepada Pemuda tersebut. Dalam sekejap Sang Pemuda terkesima dengan kemampuan barunya. Seketika ia berdiri di atas bukit dan nampak bahagia karena dapat melihat lebih banyak hal di dunia dari tempat yang sama, tempat biasanya ia berada.
Beberapa hari berselang, Sang Pemuda kembali duduk termenung. Tanpa bosan dan segan para hewan tetap datang menghampiri dan setia menjaga pemimpinnya. “Kali ini aku menginginkan pengetahuan yang luas seperti sang Burung Hantu” ucap Sang Pemuda. Sang Burung Hantu-pun mengajarkan semua pengetahuannya. Sang Pemuda mengetahui banyak hal baru dalam hidupnya, ia pun kembali sekali lagi berbahagia. Akan tetapi seperti biasa ia kembali bersedih tak lama setelahnya. Hal ini terus berulang hingga semua hewan telah memberikan apa yang mereka miliki kepada Sang Pemuda.Namun seperti biasa Sang Pemuda pada akhirnya tetap saja duduk sedih termenung dipuncak bukit tersebut.
Para hewan akhirnya berkumpul dikaki bukit dan berdiskusi. “Apa yang harus kita lakukan? semua sudah kita berikan, tapi mengapa tetap saja pemimpin kita bersedih termenung?” ucap Gajah. Semua terdiam sejenak, kemudian Burung Hantu berucap ” Akhirnya saya mengerti kesedihan pemimpin kita. Sejak semula terdapat lubang dihatinya. Ia berfikir kekuatan Gajah akan menutupinya, tapi ternyata justru karena kekuatan Gajah, lubang itu menjadi semakin besar dan dindingnya menjadi kuat. Penglihatan sang Elang juga tidak dapat menutupi lubang tersebut, walaupun dengan penglihatan Elang yang tajam bahkan dasar lubang dihatinya tersebut tidak dapat terlihat. Pengetahuan yang kuberikan juga tidak cukup untuk dapat membuatnya mengerti bahwa manusia memang terlahir dengan lubang tersebut“.
Sesungguhnya lubang tersebut adalah Keinginan, sesuatu yang tidak dimiliki hewan, karena hewan hanya mempunyai Kebutuhan. Keinginan hanya akan membuat manusia menderita apabila ia tidak dapat dikendalikan dengan baik. Mengapa harus dikendalikan? karena keinginan memiliki dua sisi: Positif (+) dan Negatif (-). Keinginan membuat manusia “maju”, namun keinginan tidak memiliki batas, tidak ada kata puas untuk keinginan manusia, sehingga sisi negatifnya ia akan membuat manusia menjadi rakus dan tamak yang akhirnya membuat ia menderita bagaikan haus yang tak pernah sirna oleh minuman apapun. Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sekiranya manusia memiliki satu bukit berupa emas, maka ia menginginkan untuk memiliki dua bukit (emas). Dan tidak akan ada yang dapat memenuhi keinginan manusia kecuali tanah (setelah manusia dikubur). Dan Allah akan mengampuni siapa saja yang bertaubat kepadanya. (HR Bukhari)
Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu membedakan apa-apa yang merupakan Keinginan dan Kebutuhan, lebih jauh lagi semoga kita dapat mengendalikan Keinginan kita, agar Keinginan tersebut tidak membuat kita menderita, tapi justru membuat hidup menjadi lebih Bahagia.
Di akhir cerita akhirnya lubang dihati Pemuda tersebut dapat tertutup, lubang tersebut dapat ditutup dengan tanah …………… di akhir hayatnya.
[Taufik Sutanto, 29/08/2010, jam 13:30 iseng abis dikerjain anak2 di minggu siang, terus kok kepikiran buat dongeng untuk mereka :p]
*** memiliki keinginan adalah juga Anugerah. Milikilah keinginan, namun keinginan yang baik:
Membahagiakan anak/istri, membahagiakan keluarga/orang tua, Menolong sekuat mungkin saudara kita, mengajarkan kebaikan. Apapun itu, jika keinginan itu baik insya 4JJ1 hidup ini tidak akan terasa hampa.

Mengurus Izin Sekolah Anak Setelah Tugas Belajar di Luar Negeri

Mengurus administrasi sekolah seringnya menjadi momok bagi para orang tua yang dinas/bertugas di luar negeri saat mereka akan kembali ke tanah air. Sebagian dari mereka bahkan merelakan untuk pulang terlebih dahulu ke tanah air sebelum back for good (BFG).

Beberapa kendala yang ada diantaranya: ketidakjelasan apa saja yang harus disiapkan, bagaimana caranya, berapa biayanya, berapa lama ngurusnya, kepada siapa, dan siapa yang bisa saya tanya. Saya sendiri mengalami hal yang serupa beberapa waktu yang lalu, melalui tulisan ini saya hendak membagi pengalaman saya dengan harapan bermanfaat bagi teman-teman lain yang menghadapi hal yang serupa.
Langsung saja ya, prosesnya saya bagi 2 (ditambah beberapa catatan tambahan):

[1]. Di Negara Asal (luar negeri):

  1. Surat keterangan dari sekolah asal
    Untuk meminta surat ini kita akan ditanyakan kapan anak mulai belajar di sekolah tersebut dan hari/tanggal terakhir berada di sekolah. Prosesnya sangat mudah, datang saja ke school office lalu isi exit form yang mereka berikan, biasanya setelah 1-2 hari kita bisa ambil suratnya (terkadang bahkan hanya butuh 10 menit). Surat ini berguna untuk menginformasikan level/kelas anak kita saat ini. Surat ini juga akan digunakan saat meminta surat pengantar dari kedutaan/konjen RI di negara asal, di DikBud saat minta Surat Penyaluran/Penyetaraan, dan kelak di sekolah tujuan di tanah air. Contoh suratnya seperti ini (LiNK).
  2. Surat keterangan dari KonJen/kedutaan RISurat ini berguna sebagai acuan ketika mengurus administrasi di DikBud dan juga (terkadang) diminta di sekolah tujuan di tanah air. Untuk teman-teman di Australia bisa mengacu ke Link ini. Normalnya proses ini hanya dilakukan lewat email saja & membutuhkan waktu 3 hari kerja. Lampiran yang dibutuhkan: Paspor orang tua dan anak, Formulir permohonan yang sudah diisi (download di link di atas), Surat keterangan dari sekolah awal (point 1).
  3.  Hubungi Sekolah Tujuan
    Okay, here is an important trick. Sebenarnya proses ini bisa dilakukan oleh saudara/teman/tetangga/perwakilan di tanah air. Sehingga kita tidak perlu langsung ke tanah air. Bahkan seperti kasus saya diskusi bisa dilakukan lewat email & WhatsApp. Hal yang perlu disampaikan: rencana kita untuk memindahkan anak kita ke sekolah tersebut, ketersediaan kuota kelas, biaya, jadwal pendaftaran, syarat dari sekolah, minta brosur sekolah, tanya akreditasi sekolah, fasilitas, dsb.Saran saya lagi, agar pengurusan efisien lakukan hal ini saat menunggu poin 1 atau 2 di atas selesai.
    Catatan penting yang perlu didiskusikan dengan sekolah tujuan: Jika anak kita sudah punya NISN (Nomer Induk Siswa Nasional) maka kita “aman”. Namun jika belum, maka sulit/mudahnya proses berikutnya bergantung pada kelas berapa anak kita. Jika anak kita kelas 5 SD ke bawah, maka masih relatif “aman”. Tapi jika sudah kelas 6 SD ke atas dan belum punya NISN, maka wajib dibicarakan dengan hati-hati ke sekolah. Ada sekolah-sekolah yang enggan menerima murid kelas 6 SD ke atas yang belum ber-NISN. “Konon kabarnya” birokrasinya cukup rumit dan lama.
  4. Siapkan Rapor anak
    Jika anak kita  >3 tahun bersekolah di luar negeri, maka siapkan raport cukup 3 tahun terakhir. Jika kurang dari itu, cukup seadanya. Raport terakhirnya di legalisir. Sebaiknya di legalisir sekolah, tapi kalau di Australia bisa juga di legalisir di JP (Justice for Peace).
  5. Apply penyaluran &/ Penyetaraan online di DikBud
    Ok, yang ini awalnya kalau ndak tau akan lumayan ribet. Tapi kalau sudah tau informasinya jadi mudah. Jadi begini …
    [1]. Link sistem online DikBud: http://119.235.30.114/.
    Things to do: Daftar dulu account, lalu verifikasi, kemudian login. Setelah login, perhatikan poin berikut.
    [2]. Kalau anak kita lulus SD/SMP/SMU di negara lain maka nanti di sistem DikBud harus melakukan 2 pengurusan: “Penyetaraan” dan “Penyaluran“.  Kalau anak kita hanya SD/SMP/SMU tapi tidak mendapatkan ijazah di luar negeri, maka cukup isi form “penyaluran”. Prosesnya seketika, artinya setelah di submit maka proses online-nya selesai. Proses selanjutnya nanti akan dilakukan di tanah air dengan menunjukkan bukti fisik.
    Jika harus penyetaraan, maka setelah isi form online, maka kita harus menunggu beberapa hari untuk aplikasi online tersebut di setujui.  Kalau beruntung bisa jadi hanya satu hari. Sama seperti penyaluran, kita tetap perlu menunjukan berkas asli kelak di tanah air.
    Catatan penting, terutama bagi mereka yang berdomisili jauh dari Jakarta. Proses verifikasi bukti fisik bisa diwakilkan oleh orang lain. Tapi saran saya jangan pernah menggunakan calo. Saya akan jelaskan alasannya nanti saat saya menerangkan prosedur di tanah air.
    [3]. Dokumen yang perlu di unggah: Pas Foto, paspor, surat dari Konjen/kedutaan, Ijazah, transkrip nilai, kurikulum, akte kelahiran, rapor 3 tahun terakhir.
    Catatan Penting: Sistem online DikBud tidak menerima file pdf!!!… File harus berbentuk PNG/JPG. Saran saya pakai adobe acrobat, lalu pilih “split file” untuk secara automatis memecah file pdf yang terdiri dari beberapa halaman. Atau buka file pdf di Adobe Photoshop, pilih open all, lalu save satu persatu sebagai png/jpg.
    Catatan penting lainnya dari pengunggahan file adalah, jangan hawatir bila beberapa dokumen tidak ada. Misal di Australia tidak ada UN, sehingga transkrip tidak ada. Maka tidak mengapa kolom unggahan di kosongkan, tapi beri keterangan di kolom komentar yang tersedia.
    Catatan penting lain lagi. Terkadang kurikulum sekolah sangat banyak halamannya (misal >30). Maka kita tak perlu mengunggah dokumen tersebut. Cukup berikan link saja dari website resmi di negara asal (misal link dari website sekolah).
  6. [Optional] Update komunikasi dengan sekolah tujuan
    Saat berkas-berkas dari sekolah asal, konjen, raport yang dilegalisir, dan bukti online kepengurusan dikbud sudah tersedia, maka sebaiknya berkas-berkas ini dikirimkan (lewat email saja) ke sekolah tujuan.  Tujuannya agar sekolah sedini mungkin mempersiapkan kedatangan anak kita.
Ok, kurang lebih hal-hal tersebut diatas yang perlu kita siapkan di negara asal. Tentu saja ditambah hal-hal lain seperti menyiapkan dana (curcol :p ), memperkenalkan anak dengan kurikulum dan mata pelajaran Indonesia, memberitahu anak informasi tentang sekolah di Indonesia, dan lain-lain. Sekarang mari kita bahas tentang proses selanjutnya di tanah air.

[2]. Proses di Indonesia

Tentu saja sepulang-nya ke tanah air kita masih lelah (jet lag) dan terkadang ingin kangen-kangenan dengan sanak saudara atau orang tua. Namun, sayangnya bagi orang tua bersantai-santai & istirahat terkadang adalah sebuah hal yang  mewah (curcol lagi :p ).  Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk melanjutkan proses diatas.
  1. Verifikasi Berkas ke DikBud
    Seperti yang dijelaskan di atas proses-nya bisa diwakilkan. Verifikasi dilakukan di Sekretariat e-Layanan Pendidikan Dasar dan Menengah, Komplek KEMDIKBUD Gedung E Lantai 14, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta. Perhatikan, gedung ini bukan gedung utama Pusat Layanan terpadu (PLT). Gedungnya di belakang sebelah kiri.Saat masuk gedung dan ke lantai 14, hati-hati disini banyak calo. Hiraukan saja mereka dan ga usah tanya-tanya ke mereka. Takutnya malah dibikin ribet, disuruh bayar, dll. Langsung saja ke arah kiri dan cari ruangan dengan tulisan “Sekretariat layanan Pendidikan dasar dan Menengah”, kalau masuk ruangan tersebut di meja paling depan akan ada meja penyetaraan (kanan) dan penyesuaian (kiri).
    Catatan penting: Selama kita sudah melakukan proses online, proses verifikasi cepat dan gratis. Jika melakukan penyetaraan kita perlu menunjukkan juga bukti kalau proses online sudah disetujui. Kalau penyaluran, nanti kita disuruh Foto Kopi surat pengantar yang disiapkan DikBud sebanyak 4 lembar. Foto kopi bisa dilakukan di lantai tersebut (di pojok ruangan). Siapkan uang pas sekitar 2 ribu untuk keperluan hal tersebut.
  2. Pendaftaran di Sekolah Tujuan
    Proses ini sangat bergantung dengan sekolahnya. Jika sekolahnya sama dengan sekolah anak dahulu sebelum ke luar negeri, biasanya akan jauh lebih mudah.Berkas yang disiapkan-pun berbeda-beda. Kalau pengalaman pribadi saya kemarin yang perlu disiapkan adalah : dana (bisa jadi cukup besar #CurColTerusss), Materai, Pasfoto orang Tua dan anak, berkas-berkas diatas, isi formulir pendaftaran, dll.
    Walaupun nampaknya mudah, jangan remehkan tahap ini. Pengalaman saya, banyak sekali form dan berkas yang harus disiapkan. Luangkan 1-3 hari untuk proses ini. Beberapa sekolah juga mengadakan psikotes kepada anak kita. Tujuannya sangat baik, untuk menilai kesiapan anak kita di sekolah tersebut. Jika diperlukan mereka akan menyiapkan semacam program matrikulasi untuk anak-anak kita.
Kurang lebih “hanya” itu proses di tanah air yang harus dilakukan. Ada beberapa catatan tambahan yang juga sebaiknya diperhatikan.
  • Perhatikan Jadwal pendaftaran sekolah tujuan
    Di beberapa sekolah menerapkan pendaftaran dalam beberapa gelombang. Biasanya gelombang pertama lebih murah biaya pendaftarannya dan anak kita memiliki kemungkinan diterima yang lebih besar.
  • Perhatikan waktu mulai belajar di sekolah Asal dan Tujuan
    Jika orang tua jeli, maka ia bisa menetapkan waktu optimal agar anak kita mengalami “reverse culture shock” dan penyesuaian seminimal mungkin. Memulai belajar di awal tahun pelajaran akan lebih memudahkan anak-anak kita ketimbang di pertengahan tahun pelajaran. Memudahkan maksudnya dalam adaptasi kurikulum dalam negeri dan dalam bersosialisasi.
Kurang lebih itulah proses yang harus dilakukan Ayah-Bunda … Semoga penjelasan di atas walau mungkin membingungkan (mungkin juga menakutkan), tapi semoga bisa menjelaskan apa yang harus disiapkan/dilakukan untuk buah hati kita tercinta.. :)   … Please remember it’s hard for our children too, so please keep smiling and SemangKa!!!… :)
We take care of our children, even more than our self.
PS:
Link-link lain yang bisa dijadikan referensi: