Showing posts with label Study Australia. Show all posts
Showing posts with label Study Australia. Show all posts

Mengurus Izin Sekolah Anak Setelah Tugas Belajar di Luar Negeri

Mengurus administrasi sekolah seringnya menjadi momok bagi para orang tua yang dinas/bertugas di luar negeri saat mereka akan kembali ke tanah air. Sebagian dari mereka bahkan merelakan untuk pulang terlebih dahulu ke tanah air sebelum back for good (BFG).

Beberapa kendala yang ada diantaranya: ketidakjelasan apa saja yang harus disiapkan, bagaimana caranya, berapa biayanya, berapa lama ngurusnya, kepada siapa, dan siapa yang bisa saya tanya. Saya sendiri mengalami hal yang serupa beberapa waktu yang lalu, melalui tulisan ini saya hendak membagi pengalaman saya dengan harapan bermanfaat bagi teman-teman lain yang menghadapi hal yang serupa.
Langsung saja ya, prosesnya saya bagi 2 (ditambah beberapa catatan tambahan):

[1]. Di Negara Asal (luar negeri):

  1. Surat keterangan dari sekolah asal
    Untuk meminta surat ini kita akan ditanyakan kapan anak mulai belajar di sekolah tersebut dan hari/tanggal terakhir berada di sekolah. Prosesnya sangat mudah, datang saja ke school office lalu isi exit form yang mereka berikan, biasanya setelah 1-2 hari kita bisa ambil suratnya (terkadang bahkan hanya butuh 10 menit). Surat ini berguna untuk menginformasikan level/kelas anak kita saat ini. Surat ini juga akan digunakan saat meminta surat pengantar dari kedutaan/konjen RI di negara asal, di DikBud saat minta Surat Penyaluran/Penyetaraan, dan kelak di sekolah tujuan di tanah air. Contoh suratnya seperti ini (LiNK).
  2. Surat keterangan dari KonJen/kedutaan RISurat ini berguna sebagai acuan ketika mengurus administrasi di DikBud dan juga (terkadang) diminta di sekolah tujuan di tanah air. Untuk teman-teman di Australia bisa mengacu ke Link ini. Normalnya proses ini hanya dilakukan lewat email saja & membutuhkan waktu 3 hari kerja. Lampiran yang dibutuhkan: Paspor orang tua dan anak, Formulir permohonan yang sudah diisi (download di link di atas), Surat keterangan dari sekolah awal (point 1).
  3.  Hubungi Sekolah Tujuan
    Okay, here is an important trick. Sebenarnya proses ini bisa dilakukan oleh saudara/teman/tetangga/perwakilan di tanah air. Sehingga kita tidak perlu langsung ke tanah air. Bahkan seperti kasus saya diskusi bisa dilakukan lewat email & WhatsApp. Hal yang perlu disampaikan: rencana kita untuk memindahkan anak kita ke sekolah tersebut, ketersediaan kuota kelas, biaya, jadwal pendaftaran, syarat dari sekolah, minta brosur sekolah, tanya akreditasi sekolah, fasilitas, dsb.Saran saya lagi, agar pengurusan efisien lakukan hal ini saat menunggu poin 1 atau 2 di atas selesai.
    Catatan penting yang perlu didiskusikan dengan sekolah tujuan: Jika anak kita sudah punya NISN (Nomer Induk Siswa Nasional) maka kita “aman”. Namun jika belum, maka sulit/mudahnya proses berikutnya bergantung pada kelas berapa anak kita. Jika anak kita kelas 5 SD ke bawah, maka masih relatif “aman”. Tapi jika sudah kelas 6 SD ke atas dan belum punya NISN, maka wajib dibicarakan dengan hati-hati ke sekolah. Ada sekolah-sekolah yang enggan menerima murid kelas 6 SD ke atas yang belum ber-NISN. “Konon kabarnya” birokrasinya cukup rumit dan lama.
  4. Siapkan Rapor anak
    Jika anak kita  >3 tahun bersekolah di luar negeri, maka siapkan raport cukup 3 tahun terakhir. Jika kurang dari itu, cukup seadanya. Raport terakhirnya di legalisir. Sebaiknya di legalisir sekolah, tapi kalau di Australia bisa juga di legalisir di JP (Justice for Peace).
  5. Apply penyaluran &/ Penyetaraan online di DikBud
    Ok, yang ini awalnya kalau ndak tau akan lumayan ribet. Tapi kalau sudah tau informasinya jadi mudah. Jadi begini …
    [1]. Link sistem online DikBud: http://119.235.30.114/.
    Things to do: Daftar dulu account, lalu verifikasi, kemudian login. Setelah login, perhatikan poin berikut.
    [2]. Kalau anak kita lulus SD/SMP/SMU di negara lain maka nanti di sistem DikBud harus melakukan 2 pengurusan: “Penyetaraan” dan “Penyaluran“.  Kalau anak kita hanya SD/SMP/SMU tapi tidak mendapatkan ijazah di luar negeri, maka cukup isi form “penyaluran”. Prosesnya seketika, artinya setelah di submit maka proses online-nya selesai. Proses selanjutnya nanti akan dilakukan di tanah air dengan menunjukkan bukti fisik.
    Jika harus penyetaraan, maka setelah isi form online, maka kita harus menunggu beberapa hari untuk aplikasi online tersebut di setujui.  Kalau beruntung bisa jadi hanya satu hari. Sama seperti penyaluran, kita tetap perlu menunjukan berkas asli kelak di tanah air.
    Catatan penting, terutama bagi mereka yang berdomisili jauh dari Jakarta. Proses verifikasi bukti fisik bisa diwakilkan oleh orang lain. Tapi saran saya jangan pernah menggunakan calo. Saya akan jelaskan alasannya nanti saat saya menerangkan prosedur di tanah air.
    [3]. Dokumen yang perlu di unggah: Pas Foto, paspor, surat dari Konjen/kedutaan, Ijazah, transkrip nilai, kurikulum, akte kelahiran, rapor 3 tahun terakhir.
    Catatan Penting: Sistem online DikBud tidak menerima file pdf!!!… File harus berbentuk PNG/JPG. Saran saya pakai adobe acrobat, lalu pilih “split file” untuk secara automatis memecah file pdf yang terdiri dari beberapa halaman. Atau buka file pdf di Adobe Photoshop, pilih open all, lalu save satu persatu sebagai png/jpg.
    Catatan penting lainnya dari pengunggahan file adalah, jangan hawatir bila beberapa dokumen tidak ada. Misal di Australia tidak ada UN, sehingga transkrip tidak ada. Maka tidak mengapa kolom unggahan di kosongkan, tapi beri keterangan di kolom komentar yang tersedia.
    Catatan penting lain lagi. Terkadang kurikulum sekolah sangat banyak halamannya (misal >30). Maka kita tak perlu mengunggah dokumen tersebut. Cukup berikan link saja dari website resmi di negara asal (misal link dari website sekolah).
  6. [Optional] Update komunikasi dengan sekolah tujuan
    Saat berkas-berkas dari sekolah asal, konjen, raport yang dilegalisir, dan bukti online kepengurusan dikbud sudah tersedia, maka sebaiknya berkas-berkas ini dikirimkan (lewat email saja) ke sekolah tujuan.  Tujuannya agar sekolah sedini mungkin mempersiapkan kedatangan anak kita.
Ok, kurang lebih hal-hal tersebut diatas yang perlu kita siapkan di negara asal. Tentu saja ditambah hal-hal lain seperti menyiapkan dana (curcol :p ), memperkenalkan anak dengan kurikulum dan mata pelajaran Indonesia, memberitahu anak informasi tentang sekolah di Indonesia, dan lain-lain. Sekarang mari kita bahas tentang proses selanjutnya di tanah air.

[2]. Proses di Indonesia

Tentu saja sepulang-nya ke tanah air kita masih lelah (jet lag) dan terkadang ingin kangen-kangenan dengan sanak saudara atau orang tua. Namun, sayangnya bagi orang tua bersantai-santai & istirahat terkadang adalah sebuah hal yang  mewah (curcol lagi :p ).  Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk melanjutkan proses diatas.
  1. Verifikasi Berkas ke DikBud
    Seperti yang dijelaskan di atas proses-nya bisa diwakilkan. Verifikasi dilakukan di Sekretariat e-Layanan Pendidikan Dasar dan Menengah, Komplek KEMDIKBUD Gedung E Lantai 14, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta. Perhatikan, gedung ini bukan gedung utama Pusat Layanan terpadu (PLT). Gedungnya di belakang sebelah kiri.Saat masuk gedung dan ke lantai 14, hati-hati disini banyak calo. Hiraukan saja mereka dan ga usah tanya-tanya ke mereka. Takutnya malah dibikin ribet, disuruh bayar, dll. Langsung saja ke arah kiri dan cari ruangan dengan tulisan “Sekretariat layanan Pendidikan dasar dan Menengah”, kalau masuk ruangan tersebut di meja paling depan akan ada meja penyetaraan (kanan) dan penyesuaian (kiri).
    Catatan penting: Selama kita sudah melakukan proses online, proses verifikasi cepat dan gratis. Jika melakukan penyetaraan kita perlu menunjukkan juga bukti kalau proses online sudah disetujui. Kalau penyaluran, nanti kita disuruh Foto Kopi surat pengantar yang disiapkan DikBud sebanyak 4 lembar. Foto kopi bisa dilakukan di lantai tersebut (di pojok ruangan). Siapkan uang pas sekitar 2 ribu untuk keperluan hal tersebut.
  2. Pendaftaran di Sekolah Tujuan
    Proses ini sangat bergantung dengan sekolahnya. Jika sekolahnya sama dengan sekolah anak dahulu sebelum ke luar negeri, biasanya akan jauh lebih mudah.Berkas yang disiapkan-pun berbeda-beda. Kalau pengalaman pribadi saya kemarin yang perlu disiapkan adalah : dana (bisa jadi cukup besar #CurColTerusss), Materai, Pasfoto orang Tua dan anak, berkas-berkas diatas, isi formulir pendaftaran, dll.
    Walaupun nampaknya mudah, jangan remehkan tahap ini. Pengalaman saya, banyak sekali form dan berkas yang harus disiapkan. Luangkan 1-3 hari untuk proses ini. Beberapa sekolah juga mengadakan psikotes kepada anak kita. Tujuannya sangat baik, untuk menilai kesiapan anak kita di sekolah tersebut. Jika diperlukan mereka akan menyiapkan semacam program matrikulasi untuk anak-anak kita.
Kurang lebih “hanya” itu proses di tanah air yang harus dilakukan. Ada beberapa catatan tambahan yang juga sebaiknya diperhatikan.
  • Perhatikan Jadwal pendaftaran sekolah tujuan
    Di beberapa sekolah menerapkan pendaftaran dalam beberapa gelombang. Biasanya gelombang pertama lebih murah biaya pendaftarannya dan anak kita memiliki kemungkinan diterima yang lebih besar.
  • Perhatikan waktu mulai belajar di sekolah Asal dan Tujuan
    Jika orang tua jeli, maka ia bisa menetapkan waktu optimal agar anak kita mengalami “reverse culture shock” dan penyesuaian seminimal mungkin. Memulai belajar di awal tahun pelajaran akan lebih memudahkan anak-anak kita ketimbang di pertengahan tahun pelajaran. Memudahkan maksudnya dalam adaptasi kurikulum dalam negeri dan dalam bersosialisasi.
Kurang lebih itulah proses yang harus dilakukan Ayah-Bunda … Semoga penjelasan di atas walau mungkin membingungkan (mungkin juga menakutkan), tapi semoga bisa menjelaskan apa yang harus disiapkan/dilakukan untuk buah hati kita tercinta.. :)   … Please remember it’s hard for our children too, so please keep smiling and SemangKa!!!… :)
We take care of our children, even more than our self.
PS:
Link-link lain yang bisa dijadikan referensi:

My Life as Nancy Yeats

Sebuah cerita yang ditulis kakak Nisrina (Saat ia kelas 4 SD), sebagai bagian dari tugas sekolahnya. Ia bertugas untuk mempelajari sejarah tentang apa, siapa, mengapa dan dimana suatu kejadian terjadi di masa lalu, kemudian membuat sebuah cerita fiksi diatas fakta tersebut (i.e. inspired by true story). Ceritanya seperti ini ….


——————————————–
Chapter 1: Life in England
——————————————–
“After her!” Men were shouting, people were chasing me, shouting, huffing, puffing and yelling to me. My feet were too tired to run away and hide in my little part of the street.
“Come on Nancy, keep running!” I said quietly in my heart.
I know it’s wrong to steal, but I only stole 100 shillings and a soft cozy pillow. It’s nothing compared to the very rich people. It’s the only way I could survive!
I’m sure you wondered what happened. Well, if you want to know, it all started 3 months ago. My old job was to be a milliner, and if you asked what’s it like, well, it’s horrible! It’s tiring, it’s stinky, and I don’t get much money or nice treatments from mistress Rose.
”That’s impossible!” people think she’s nice and kind and pretty; when really, she’s not. She forced me to make pretty hats for rich women and paid no more than 1 shilling. She treated me like rubbish on the streets in London, and we know what’s London streets are like; stinky and smelly! That’s why I run away from the shop.
I’ve been stealing stuff and sleeping on the streets since then, but it was better than making hats and hats and hats for Mistress Nellie. I’ve never been caught before, (even though my heart beats so fast and loud like a drum) until today.
I was trying to steal something from a big house far away from my ‘house’. But I was caught, by a man, a fancy, a well-dressed man. When he saw me, he gasped, and suddenly he shouted, “Thief! Thief! The girl is trying to steal from ‘ouse’!” he yelled, then it all started. Screaming, yelling, running,…
My feet slipped at the rickety road because of the heavy karts. I fell down, men were holding my hands very tight like there’s a 500 pounds of chains around my wrists pulling me up.
“So little girl, you’re trying to steal from me ‘ouse’ eh?” the man said.
“Well, I don’t ‘ink so you filthy little peasant!” he giggled and then chuckled and then he laughed as he take me to the Old Bailey.
——————————————–
Chapter 2: Sentenced to death
——————————————–
“So, guilty or not guilty?” asked the judge with his low voice.
“G…guilty s…s…sir,” I admitted.The crowd gasped and boomed at me.
“Ha, serves you right, serves you right! You should be ‘anged in front of my eyes,” a man said. The judge looked at him with his cold scary eyes.
“S…sorry, Sir,” the man said.
“OK young lady… Guilty!”
“You are sentenced to death!” he said.
I was carried by guards to the old, stinky, and smelly gaol. All I have left was my dirty grey work dress from Mistress Nellie’s hat shop. The guards put me in a cell. It was crowded with women crying and yelling. I just sat at the corner, whimpering, crying, and sobbing. I was scared… very scared. Tears fell down from my eyes.
Then I realized that I made a mistake! I should’ve stayed in the hat shop with Mistress Nellie, and none of this would happen. Oh, I’m crazy! I really am! My mind was full of thoughts, then suddenly I fell asleep.
——————————————–
Chapter 3: All Changed
——————————————–
“Oy!! Wake up! Wake up you lazy lady!” the guard shouted. I was shocked and I jump up and woke up from my sleep.
“Here’s your grub,” he said handing out a little bit of food. I looked at it. Dried and salty meat and peas and about 3 pints of water.
“You won’t get much! You’re leaving in the middle of the day, you lucky lad!” he said.
Lucky? Lucky?
In my whole life I never ever think that I’m lucky! And what’s with ‘leaving in the middle of the day’? I think that was meant to be ‘you will be hanged in the middle of the day’. Ha ha ha!
I ate my food as well as remembering my past. Oh mama, I guess I’m joining you now. My mama died when I was born. My father gave me my name but it was half-hearted, and when I was 5 he sold me to Mistress Nellie because he had a new wife. With tears in my eyes and sad memories in my head, I lie down back on the floor. It was midday. Suddenly two guards grabbed my arms and took me to a place that looked like the Old Bailey.
Then I had an idea.
“But what about my grub? Surely we can’t left those good things away. It’s a waste of food, don’t you think?” I said trying to make an excuse to go back and maybe, just maybe, to run away.
“No way! Am I going to fall to your trap, you liar!” one of the guard say.
I didn’t know what to do. But then, I saw the Old Bailey and then I realized that I didn’t have to do anything, because….it’s too late for me.
——————————————–
Chapter 4: Yay???
——————————————–
“Nancy Yeats!” the judge shouted.
“Yes, Sir?” I replied. I was confused because if they wanted to hang me, then why did the guards send me here?
“I have changed my mind,” he said. The crowd gasped and started whispering to each other.
“Silence!” the judge said in a very loud voice.
“Nancy Yeats, I have changed your sentence,” he said.
“Changed my sentence, Sir?” I said, trying to be polite so may be he will free me. But I knew he won’t.
“I haven’t finished yet, Nancy,” he said.
“Your sentence has changed into seven years transportation to New South Wales!”
The judge has finalized his verdict and the crowd were making their way home. I was taken to the gaol again. I guess I have to wait ‘till it’s time. The judge smiled at me as I walked out from the Old Bailey. I bowed a courtesy at him as a sign of gratitude, for letting me keep my life.
——————————————–
Chapter 5: On the boat
——————————————–
Days passed. It was the 13th of March 1787. I was taken to a ship that says ‘Lady Penrhyn’ written on the side. The guards put chains around my wrists, legs and neck when I was on the boat. I’ll miss London. I’ll miss the place where my mama once lived. The guard took me to the ship.
I spotted a girl about my age crying at the corner, just like me when I was in the gaol. There were many women, yelling and crying, just like the ones in the gaol. There was much violence too. The girl at the corner looked sad and had given up on hope. The guard gave me a grey blanket, a little one, and the same food they gave me in the gaol, and then left.
I quickly ran to the girl, well…kind of. You see, the ship is starting to sail, and boy! The chains are so annoying. I managed to reach her, and suddenly, she got up and gasped.
“Who are you? What do you want from me?” she said.
“I don’t want anything from you!” I said. “I’m just worried because I saw you crying,” I said calmly.
“Well… go away!” she said. But I didn’t.
“Look. I know you need someone to comfort you, and I volunteer to. I know how it feels, it’s alright,” I said. She calmed down a little and stopped crying.
“I’m Sarah. Sarah Bellamy. What’s your name?”
“Nancy Yeats,” I said.
We chat and spoke to each other, and fortunately we became friends. “I’m going to miss England,” she said.
“I don’t believe it but… I agree with you Sarah,” I said.
The day passed. The sun went down and the moon took over. The other woman in the corner was having a fight with somebody and distracted me.
“Night, Sarah.” But it appeared that she already fallen asleep.
An old woman tried to get my blanket, but I refused and fight back. I lied on the floor and put my blanket on. A rat crawled over my feet and made me jump. But, I managed to fall asleep.
“Sarah! Sarah, wake up! It’s morning already!” I shouted waking Sarah up. She woke up and said, “Nancy, I think I’m going over there to explore this ship.”
“Go on then,” I said.
It was a weird morning. Some women were looking very sick and the buckets were full of-oh yucky stuff, you know.- And some other women were getting diseases already. The ship smelled like a rubbish bin. And, some other women have born babies! Poor them, this must ‘ve been hard for them.
A month passed and I’m getting used to this condition. And Sarah is starting to play games with me too, so I won’t be alone all the time. It is getting hotter and hotter by the time we go soooo far away from England.
The night has come and the storm comes, washing some women, marines, and the people who can’t hang on any longer. But Sarah and I hold on. The storm passed and so was the time.
The month also passed and the ship reached the land. The marines let us go upper deck to let us see the land. The guards and marines said that this is Tennerife, a little island far away from England. I’m starting to love the trip, because, unlike in England, this island is much better than England. A lot more better than England.

Berbagi Pengalaman Persiapan Menuntut Ilmu di Australia [2013]

Selamat kepada rekan-rekan yang telah terpilih diantara ribuan peserta lainnya. Rekan-rekan sekalian adalah orang-orang pilihan yang akan berkesempatan menimba ilmu di universitas kelas dunia. Bagi sebagian mungkin pengalaman kedua atau bahkan ketiga, tapi saya yakin bagi sebagian besar lainnya adalah pengalaman baru. Walau hanya lewat tulisan saya akan berbagi pengalaman saya terkini tentang persiapan belajar ke Australia, semoga bermanfaat bagi rekan yang baru maupun yang sebelumnya pernah study di Australia. 

1. Bagasi Pesawat
Peraturan bagasi pesawat berubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk Qantas maksimum Koper hanya 2 dengan berat total tdk lebih dari 30kg [Economy Premium]. Sedangkan Garuda [berita terakhir] hanya boleh 1 koper [siapkan koper yg besar]. Tas yang dibawa ke kabin hanya boleh satu buah tas dgn berat <7kg. Lebih jelasnya silahkan baca di web berikut:
[Qantas]: http://www.qantas.com.au/travel/airlines/checked-baggage/global/en
[Garuda]: http://www.garuda-indonesia.net.au/faqs
2. Jumlah Uang yang akan dibawa ke Australia pertama kali 
Ada peningkatan kualitas pelayanan dalam pembukaan rekening. Rekening sudah bisa didaftarkan universitas sebelum kita berangkat ke Australia, sehingga sesampainya disana [jika hari kerja], maka jika anda mendapat sponsor beasiswa, establishment Allowance sudah dapat digunakan pada hari pertama tiba [hanya butuh waktu 30 menit untuk aktivasi di bank].
Akan tetapi, untuk dapat menikmati pelayanan ini jangan lupa untuk segera melapor ke International Student Service [ISS] universitas yang dituju [melalui email dari Indonesia] segera setelah mendapatkan offer letter. Biasanya mereka akan minta kita menandatangani surat kuasa pembukaan rekening.
Informasi ini akan sangat bermanfaat untuk rekan yang memang terpaksa tidak dapat membawa $AU yang cukup ke Australia [seperti saya kemarin :p].
3. Asuransi Kesehatan (OSHC)
Provider asuransi kesehatan akan bergantung universitas yang dituju, sebagian akan mendapatkan provider MediBank, sebagian lain mungkin World Care.
Semenjak tahun 2012 terjadi kenaikan hampir 2x lipat untuk biaya OSHC dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga bagi yang berencana akan membawa keluarga harus memperhitungkan dengan cermat biaya ini. Silahkan lihat langsung ke web berikut untuk melihat biaya terkini [saya tidak menyarankan menanyakan besar biaya ke orang lain karena infonya bisa berubah setiap saat, website asuransi adalah sumber info terkini & terpercaya]:
[Medibank] http://www.medibank.com.au/client/staticpages/oshchome.aspx atau
[World Care] https://www.oshcallianzassistance.com.au/educover/educover.aspx
Di banyak tempat [hampir semua tempat dan provider OSHC] pemeriksaan kandungan tidak lagi dicover (!!!). Bagi yang membawa keluarga harap memperhatikan hal ini, baru saja terjadi banyak dependant pulang kembali ke Indonesia karena hamil diakibatkan biaya pemeriksaan terlalu besar jika harus dilakukan di Australia. Silahkan menanyakan melalui contact email di web provider asuransi diatas untuk kepastiannya.
4. Barang Bawaan – Declare (Updates Terkini)
Peraturan barang apa saja yang tidak boleh dibawa ke Australia dan Jumlah(banyak)nya senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Harap mengunjungi web berikut sebelum berkemas (packing): http://www.daff.gov.au/aqis/travel/entering-australia/cant-take
Apa yang tidak perlu dibawa ?
  • Setrika, rice cooker, dan semacamnya.
  • Mie instant [Indomie] sekarang sudah dijual di hampir seluruh supermarket besar di Australia [Coles/Woolworth], bawa secukupnya saja untuk 2-3 hari pertama.
  • Berikut adalah barang-barang yang harganya kurang lebih sama, sehingga tidak perlu dibawa: Rice cooker [$12], Saus Sambal botol besar [$2], Payung [$3], Bumbu jadi [$1-$3], jas hujan, sepatu [kualitas biasa], dan sebagainya. Untuk detailnya dapat melihat ke web berikut: http://www.coles.com.au/ ATAU http://www.target.com.au ATAU http://www.bigw.com.au
  • Pakaian & obat-obatan spesifik adalah barang bawaan yang sangat saya sarankan.
5. Transferred Flight [Misal Queensland, Melbourne, dsb]
Pada saat check-in di bandara Soekarno hatta pastikan untuk menanyakan apakah bagasi langsung pindah pesawat atau harus dipindahkan sendiri [manual]. Jika salah informasi tentang hal ini anda bisa mengalami masalah keimigrasian di airport [pengalaman pribadi :p].
Hati-hati bertanya kepada petugas di bandara Sydney, mereka biasanya tidak lebih paham dibandingkan petugas di Soekarno Hatta. Anda mungkin akan mendapatkan informasi yang berbeda-beda dari petugas yang berbeda-beda di Bandara Sydney.
6. Cuaca
Cuaca di Australia cenderung berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika memang sensitif terhadap cuaca, ada baiknya pelajari kota yang akan dituju dengan baik. Website pemerintah Australia berikut adalah sumber informasi yang baik : http://www.bom.gov.au/
Informasi cuaca sangat bermanfaat untuk persiapan kesehatan dan barang bawaan yang tepat [pakaian].
7. Pemilihan Kota (Universitas)
Saya perhatikan banyak yang memilih universitas maupun kota tujuan, semata-mata hanya karena ranking [popularitas] universitas maupun seberapa terkenal kota yang akan dituju. Sebaiknya hal-hal berikut diperhatikan:
  • Secara umum semua kualitas universitas (negeri) di Australia kurang lebih sama.
  • Mereka yg membawa keluarga sebaiknya memilih kota dengan biaya hidup yang rendah dan state dimana sekolah gratis. Saya mendapati beberapa awardee mengalami kesulitan karena salah memilih kota yang mahal biaya hidupnya, sedangkan ia membawa keluarganya ke Australia. Hal ini dapat mempengaruhi performa study sang awardee dan bahkan kehidupan pribadinya.
  • Beberapa kota cenderung “easy life” sebagian lagi agak sulit. Bagi yang membawa keluarga dan belum pernah study di Australia sebelumnya, sebaiknya memilih kota yg “easy life” [e.g. Sydney, Brisbane, Perth, Melbourne]. Di kota lain mungkin Transportasi umum, pertokoan, dsb cenderung jarang, biaya akomodasipun tinggi, Cuacanya cenderung ekstrim [berpengaruh thd bill listrik/gas, pakaian, transportasi, dsb]. Pelajari dengan baik kota yang akan dituju melalui internet.
  • Rangking universitas biasanya general, bukan berdasarkan jurusan [major]. Walau suatu universitas memiliki peringkat tinggi, namun universitas lain dengan peringkat lebih rendah mungkin memiliki jurusan tertentu yang lebih baik.
8. Sekolah Anak dan Child Care Benefit/Rebat (CCB/CCR)
Seperti yang diutarakan sebelumnya tidak semua state menawarkan free school fee, silahkan check ke website departemen pendidikan setiap statenya, misal untuk Queensland: www.eqi.com.au
Usia wajib sekolah adalah 6 tahun per [30 Juni setiap tahunnya]. Beberapa sekolah menyediakan pre-school untuk anak 5 tahun [tidak semua sekolah].
Untuk anak <5tahun bisa dimasukkan ke TK [kindergarten] biasanya hanya belajar 5 hari/2 minggu atau Childcare [bisa setiap hari]. Biaya keduanya sekitar $70/hari/anak.
Khusus AusAID awardee bisa mendapatkan potongan biaya Childcare/Kindergarten, melalui CCB&CCR. Silahkan baca peraturannya disini:
http://www.humanservices.gov.au/customer/services/centrelink/child-care-benefit
Salah satu syarat CCB/CCR [dan syarat masuk sekolah] adalah imunisasi anak. Hati-hati imunisasi wajib Australia dan Indonesia berbeda. Silahkan baca website diatas untuk informasi detailnya.
Anak dibawah 13 tahun wajib diantar-jemput oleh orangtua ke sekolah, dan tidak boleh telat. Telat menjemput saat pulang sekolah >10 menit maka anak akan diantar ke kantor polisi. Menurut aturan di Australia anak dibawah umur juga tidak diperbolehkan untuk ditinggal sendiri di rumah tanpa penjagaan orang dewasa.
9. Akomodasi
Saya sangat menyarankan akomodasi sementara disiapkan sebelum tiba di Australia. Yang utama adalah menghubungi Persatuan Pelajar universitas yang dituju, lalu jika tidak juga mendapatkan, bisa memanfaatkan fasilitas akomodasi sementara yang disediakan universitas [International Student Service].
Akomodasi bisa didapatkan dengan cepat dengan bantuan International Student Service masing-masing universitas [saya hanya butuh 2 hari]. Namun akan sangat berbeda untuk mereka yang membawa keluarga [bisa hingga 3-4 minggu].
Biasakan untuk membuat agreement [lease] awal seminimal mungkin [biasanya 6 bulan]. Perhatikan kita bisa merugi ribuan dolar jika pindah akomodasi sebelum kontrak [lease selesai].
Untuk awal saya juga menyarankan akomodasi yang dekat dengan kampus, walau sedikit mahal. Hati-hati biaya transportasi di Australia cenderung tidak murah.
10. Airport Pickup
Airport PickUp yang disediakan universitas gratis.
Baik akomodasi sementara disediakan oleh universitas maupun teman, saya sangat menyarankan untuk menggunakan airport pickup universitas. Hati-hati biaya taksi bisa sangat mahal hingga $50 atau lebih. Airport pickup akan mengantarkan sampai ke alamat akomodasi sementara anda.
Pengalaman saya pribadi kemarin dijemput dengan mobil mewah oleh universitas [ :D ].
11. Komunikasi Australia «Indonesia [Dulu & Sekarang]
Beberapa tahun yang lalu komunikasi dilakukan dengan membeli calling card. Namun seiring dengan kemajuan teknologi saat ini komunikasi dengan keluarga di Indonesia lebih murah dan lebih baik jika melalui internet. Karena tidak hanya suara, komunikasi bisa juga dengan gambar
.
Komunikasi dengan internet [Skype/Viber/dll] lebih murah dari calling card, namun pastikan keluarga di Indonesia memiliki koneksi internet yang cukup baik sebelum anda berangkat ke australia.
12. Telephone Genggam [Pemilihan Provider/Pesawat Telephone]
Anda dapat membawa Handphone GSM anda dari Indonesia, lalu memilih kartu prepaid sesuai kebutuhan anda: Waktu aktif yang lama, data internet yang lebih banyak, atau sms unlimited. Terdapat beberapa tipe kartu dalam satu provider, sebagai contoh silahkan pelajari dari link berikut: http://goo.gl/bYvuc
Atau anda dapat membeli Handphone di Australia. Setidaknya terdapat dua cara dalam membeli handphone di Australia: membeli biasa [cash in front] atau dengan skema “Plan”.
Biasanya mahasiswa Indonesia membeli dengan skema Plan, karena melalui skema ini, harga handphone menjadi $0 [gratis], karena biaya telephone yang dibayar setiap bulan sebenarnya adalah biaya pulsa.
Keterangan lebih lanjut: [Vodafone] http://goo.gl/Qxd2R atau [Optus] http://goo.gl/VQonI
13. Khusus PhD atau Master by Research
3 bulan pertama biasanya merupakan waktu untuk submit proposal riset yang sesungguhnya, sehingga jangan hawatir jika proposal yang disubmit sebelumnya saat mendaftar masih “belum final”.
Jangan lupa untuk membaca paper-paper supervisor anda minimal 2 tahun terakhir. Banyak mahasiswa PhD hanya mengandalkan mengetahui apa bidang supervisornya. Hal ini berbahaya, karena beberapa topik penelitian tertentu “saturated” [sulit untuk publikasi]. Sehingga supervisor biasanya akan menolak proposal riset mahasiswa PhD di bidang [topik] ini.
Usahakan untuk menemukan topik dimana anda mengetahui background knowledge akannya, namun dalam scope topik riset supervisor. Banyak mahasiswa PhD mengalami stress berlebih, karena mereka sepenuhnya mengikuti riset sang supervisor, sedang topik tersebut cenderung baru bagi mahasiswa yang bersangkutan.
Keywords untuk topik riset PhD adalah: Novelty [baru/original], future trend [tetap trend di masa depan, untuk memudahkan publikasi], dan last but not least … “it’s a PhD, not a nobel price” (G. Mullins, 2002).
Listnya sudah terlalu banyak, tetapi jika ada pertanyaan lebih lanjut atau pertanyaan tentang sesuatu yang tidak terdapat di list diatas, silahkan comment dibawah [Khususnya bagi mereka yang akan study ke Brisbane-Queensland]. Selamat belajar, Indonesia menanti sumbangsih kita dalam membangun negeri di masa depan.
Cheers,
[TES]®
(was) PhD Student in Data Science
Faculty of Science and Engineering
Queensland University of Technology
Brisbane-Queensland-Australia